Arsip Kategori: Film & Drama

The World of The Married

by Ike Dian Puspita

Ini nih drakor paling fenomenal tahun ini. Tema tentang konflik rumah tangga memang selalu menarik. Apalagi soal pelakor, waaah.. langsung booming deh.

Ya karena memang enggak jauh-jauh amat dari situasi konflik keluarga di dunia nyata. Masih segar di ingatan saya maraknya kasus pelakor yang viral di medsos sepanjang tahun 2018-2019. Drama korea berhasil menangkap keresahan situasi ini secara detil.

Jalan cerita yang penuh kejutan berhasil bikin nagih para penontonnya yang sebagian besar pastinya perempuan. Tak heran kalau di negeranya sendiri, drama ini berhasil menduduki ranking rating tertinggi drama televisi Korea.

Ji Sun Woo merasa hidupnya sempurna sebelum dia menemukan bahwa ternyata suaminya telah tidak setia kepadanya. Pengkhianatan Lee Tae Oh sang suami yang akhirnya diketahui oleh Ji Sun Woo memutarbalikkan jagad pernikahan bahagia mereka. Menariknya, tokoh pelakor disini digambarkan lebih manusiawi dan sangat natural dibandingkan kisah-kisah pelakor dalam sinetron Indonesia.

Kita bisa merasakan apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh para tokoh-tokohnya tanpa bumbu-bumbu yang berlebihan. Bahkan kita akan bisa berpikir bagaimana kalau kita menjadi salah satu dari mereka. Kita merasa terlibat dengan alur ceritanya yang sangat dekat dengan persoalan rumah tangga sehari-hari. Justru disitulah kekuatan cerita drama korea ini. Keterikatan emosi inilah yang mampu mengaduk-aduk perasaan dan pemikiran para penonton, termasuk penonton Indonesia.

Enggak heran deh kalau sampai-sampai instagramnya Han Soo Hee (pemeran Da Kyung sang pelakor) langsung diserbu netizen Indonesia yang marah-marah gegara terbawa emosi dalam cerita.

Saya akui drama ini juga mengaduk-aduk perasaan saya sebagai perempuan. Gemes, geram, geregetan, sedih, deg deg-an..campur aduk deh. Keren deh pokoknya. Saya sangat memahami apa yang dirasakan Ji Sun Woo. Sakitnya tuh disini kan yah..hehe

Ya iyalah..istri itu punya insting alami loh untuk tahu kalau pasangannya berselingkuh atau tidak. Heeem..#ngelus dada hahahaa..

Dan saya suka karakter Ji Sun Woo yang tegar dan tangguh. Dia adalah karakter perempuan yang kuat dan berkarakter. Saya suka perempuan yang kuat hatinya, hehe..

Tapi saya juga sangat memahami karakter Lee Tae Oh dan Da Kyung sendiri. Persoalannya amat pelik. Mereka terjebak atau mungkin tepatnya membiarkan diri mereka terjebak dalam situasi rumit kala diri ini tak mampu memegang kendali atas diri mereka masing-masing. Manusia kadang kan suka tuh coba-coba. Ya boleh lah dikiiit… Lama-lama jadi sakiiiit… aaiiih.. Manusiawi banget kan.

Lee Tae Oh adalah karakter suami yang dilihat kurang berhasil dari sang istri. Dari sisi psikologis seorang suami tentu saja hal ini menggores sedikit harga diri seorang laki-laki. Makan, minum dan segala kebutuhan rumah tangga didapat dari penghasilan istrinya. Padahal seharusnya kan itu kewajiban seorang suami untuk mencukupinya. Dari ini saja sudah bisa ditebak kemana arah sakit hati itu mencari pelampiasan. Kebetulan saja Da Kyung ada disana. Seorang anak perempuan dari keluarga kaya raya, masih muda dan cantik, dan masih lugu tentang percintaan. Ya dan seterusnya kita tahu cerita apa yang tejadi. Perselingkuhan diantara mereka dan penderitaan istri yang diselingkuhi.

Setelah sadar diri mereka tidak bisa keluar dengan mudah dari situasi itu, mulai banyak excuse-excuse yang mereka ciptakan. Ya udah deh akhirnya jadi benang kusut. Karena ego yang kuat, masing-masing terlambat untuk mengambil langkah-langkah penyelamatan.

Hwuuaaa..tarik napas dulu hahahaa…

Anyway, drama ini sangat layak untuk terus dinikmati. Bukan hanya fokus pada persoalan perselingkuhan saja yang ditampilkan, tapi dibalik itu ada banyak makna yang mau disampaikan ke penonton. Tentang keluarga, tentang relationship, tentang profesionalisme, tentang personality, tentang persahabatan, dan banyak lagi. Tanpa harus mendikte penonton. Kita bebas memilih makna. Itu yang saya suka dari drama-drama korea.

Heeem.. gitu deh. Semoga film-film dan sinetron kita pun bisa memiliki value yang lebih dari sekedar intertainment.

Someday…saya yakin suatu saat kita juga bisa bikin yang luar biasa seperti mereka 🙂

Kamsahamnida