Kategori
Writing Journal

Mood Menulis

[ikedianpuspita.com] Hari ini saya sedang termotivasi untuk menulis. Jadi saya menyelesaikan draft naskah buku solo saya sampai 2000 an karakter dan mencoba menulis sesuatu di blog ini.

Heemm… asal tahu saja, saya termasuk orang yang agak susah mengendalikan penundaan. Banyak sekali akun-akun media sosial saya yang tidak terawat dengan baik. Hanya karena banyak alasan untuk pembenaran atas rasa malas saya, hehe…

Anyway, cerita soal jatuh bangun pengalaman menulis, saya kira enggak ada tips baru yang cukup bisa memberi penjelasan bagaimana mengatasi kemalasan menulis. Kurang lebih semua tips ya gitu-gitu aja. Membuat jadwal menulis, tentukan hari dan waktu untuk menulis, siapkan tempat tersendiri untuk menulis, membangun kebiasaan menulis setiap hari bla bla bla … Dan sebagian besar sudah saya praktekkan satu per satu. Berhasil? Buat saya itu belum ngefek banget (capek deh.. #tutup muka)

Ya, enggak gampang sih mengenali dan menemukan gaya yang kita mau banget. Rutinitas yang membuat kita nyaman dan enjoy dalam menulis. Bahkan bertahun-tahun saya baru bisa mencapainya sedikit demi sedikit.

Pertama, Temukan Tujuan

Nah, persoalannya, untuk bisa sampai kesitu, sampai menemukan gaya yang nyaman dan kita mau dalam melakukan aktivitas menulis; saya melalui jalan yang cukup panjang dan berliku. Berbagai kelas online saya ikuti, hanya demi “menyembuhkan” sikap penundaan saya yang pol polan. Mencari apa yang menyebabkan saya tidak bisa produktif seperti ibu-ibu rumah tangga yang lain.

Nah, kan…saya mulai merasa terintimidasi hahahaa…

Etapiii…enggak papa. Diambil positifnya saja. Kalau saya tidak merasa terintimidasi, mungkin saya tidak akan bertualang mencari jawaban-jawaban atas keresahan saya tersebut.

Dari beberapa kelas pengembangan diri yang saya ikuti, semua sepakat bahwa pertama kali yang perlu kita sadari dan perlu kita tentukan adalah menemukan tujuan akhir.

Apa tujuanmu menulis? Mengapa kamu pengen jadi penulis? Apa yang kamu bayangkan ketika kamu berhasil menjadi penulis profesional?

Tidak ada salah dan benar dalam setiap jawaban yang kamu pilih, karena ini adalah hidupmu. Kamu yang lebih tahu apa yang kamu inginkan. Apakah jawabannya ingin profesional atau sekedar having fun, itu adalah milikmu.

So, selanjutnya adalah menerima.

Menerima setiap tujuan akhir yang kamu pilih dengan sadar, tanpa menilai benar atau salah, baik dan buruk, karena itu relatif. Itu yang saya lakukan. Kalau sudah begini, saya merasa semua berada dalam kendali saya; bukan kendali orang lain maupun keadaan.

Saya memilih untuk bisa mengatur apa-apa saja yang berada dalam kendali dan memberi penghargaan serta cinta yang tulus untuk diri sendiri. Jadi, peduli amat apa kata orang; istilahnya gitu.

Ya sudah, dinikmati saja perjalanannya. Up and down jadi terasa penuh warna karena kita menggunakan sudut pandang yang lebih positif.

Dan yang terakhir, motivasinya adalah saya menulis untuk diri sendiri. Setidaknya, jika tidak ada orang yang menyukai tulisan saya, ya saya nulis buat diri sendiri saja. Itu sudah cukup.

Kesimpulan

Kesimpulannya, temukan gayamu sendiri saja. Temukan hal-hal yang membuatmu nyaman untuk aktivitas menulismu. Tidak perlu terintimidasi dengan perkembangan orang lain. Meski tentu saya paham banget, itu sifat yang sangat alami dan manusiawi. Kita hanya perlu mengendalikannya saja agar jangan sampai menghambat diri sendiri.

Gitu ya …

Salam hangat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s