Kategori
Productivity Journal

#Day 2 : Bangun Lebih Pagi

[ikedianpuspita.com] Sebenarnya enggak ada yang istimewa dengan bangun pagi. Tapi ada pengalaman menarik yang saya alami terkait bangun pagi.

Saya punya kebiasaan bangun siang. Semenjak menjadi seorang ibu, saya kira saya akan tetap bisa menikmati bangun siang karena saya memilih untuk stay at home. Tidak ada jadwal masuk kantor atau jadwal rutinitas pagi yang perlu saya lakukan seperti saat masih kuliah. Ternyata enggak bisa gitu, fren. Tetep aja, kita kudu bangun pagi kalau enggak pengen pekerjaan rumah menumpuk dan susah ditaklukkan. Hehe..sepertinya enggak perlu dicontoh ya kaan.

Apalagi sejak punya bayi, saya semakin kewalahan menangani semua hal di rumah.

Bangun siang ternyata malah bikin saya lebih bête dari sebelumnya. Maklum, waktu itu masih new mom. Saya masih butuh penyesuaian rutinitas sejak punya anak pertama. Beda sewaktu hamil pertama dulu. Yang perlu diurus dan diperhatikan cuma suami, yang notabene udah cukup dewasa untuk mandiri, bisa ngapa-ngapain sendiri wkwkwk… Paling cuma sediain kopi anget dan sarapan pagi seadanya. Masak juga cuma buat berdua. Enggak terlalu banyak. Kalau lagi malas masak, ya beli makan di luar. Simple…

Tapi sejak punya anak, hal seperti itu enggak mungkin saya lakuin lagi. Sebab sudah ada anak yang perlu diurusin keperluannya, dari mulai mereka bangun tidur sampai mau tidur lagi. Disinilah tantangan seorang ibu sesungguhnya teruji.

Belajar Bangun Pagi

Setelah merasakan kekacauan berulangkali gegara bangun siang. Mulai deh saya ubah strategi. Keki juga kan ya, liat tetangga pagi-pagi udah bisa santai cantik di depan rumah. Sementara saya waktu itu masih enggak berhenti beberesan sampe malem. Padahal masih harus masak, mandiin bocah, nyiapin makan malam suami. Hhuaaahhh…duh pokoknya, saya jadi scary mommy deh waktu itu.

Oke, perubahan enggak terjadi begitu aja. Saya mulai mengatur ulang alarm bangun pagi semakin hari semakin pagi. Sampai akhirnya saya mendapatkan waktu bangun pagi yang pas dan nyaman untuk saya memulai aktivitas setiap harinya.

Dan proses menuju kesana nyatanya tidak mudah. Berkali-kali gagal dan mencoba terus dari titik nol. Trigernya adalah ketika saya mulai mengikuti kelas-kelas online pengembangan diri. Karena masih sangat awam dengan materi self development, saya berusaha sangat keras untuk mempelajarinya. Dorongan kuat untuk membuat diri lebih baik lagi dan lebih baik lagi membuat saya tidak mudah patah semangat. Anaklah yang menguatkan niat saya untuk tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang terbaik versi saya. Supaya mereka pun bisa menemukan pembelajaran itu dalam diri saya.

Selesai Lebih Awal dan Mudah Bersyukur

Seiring berjalannya waktu, saya mulai tertarik mengembangkan keterampilan tulis menulis. Yang saya rasa cocok banget dengan situasi dan kondisi pilihan saya sebagai stay at home mom. Yes, why not? Jadi, dengan mengumpulkan keberanian, saya memulai perjalanan saya di dunia tulis menulis.

Sejak saat itu, kegiatan bangun pagi saya tidak hanya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah, namun juga untuk belajar banyak hal dan mengembangkan keterampilan menulis.

Bangun lebih pagi menjadi aktivitas paling saya sukai. Karena saat itulah saya memiliki kesempatan untuk menikmati waktu spesial dan personal untuk diri sendiri tanpa terganggu anak-anak atau pekerjaan rumah, hehe..

Oke, bagian terbaiknya adalah, saya bisa mengerjakan tugas-tugas rumah selesai lebih awal, menyiapkan anak-anak sekolah lebih baik dan merencanakan hari dengan lebih terstruktur. Kalau sudah begini, perasaan menjadi lebih tenang dan ringan. Penting loh untuk membuat diri kita merasa bahagia dengan hal-hal sederhana semacam ini. Agar ibu tidak mudah stress dan membantu ibu lebih mudah bersyukur di setiap hari-harinya.

Peluk hangat buat semua mommy di Indonesia. Happy mom, happy family.

One reply on “#Day 2 : Bangun Lebih Pagi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s