#Day 1 : Take Your Time

[ikedianpuspita.com] Mengerjakan tugas rumahan itu serasa gak ada habisnya. Baru sebentar diberesin..eh dah berantakan lagi. Baru nengok sebentar aja, eeh…tumpukan setrikaan dah berubah jadi wahana. Hadeeew…buneee! [panggilan ibu di jawa] Pie ikiii…?!!

Eitdaaah.. menikmati situasi aman, tenang dan rapi sewaktu masih punya krucil-krucil lucuk gitu cuma lewat doang..

Hehe, akhirnya saya banyak ngilmu dan belajar pada mentor-mentor personal development untuk ngebantu menemukan “diri” kembali.

Suka Jadi Pusat Perhatian

Setelah sekian lama memikirkan dan memberikan diri untuk orang lain di luar diri sendiri, maka saatnya saya untuk duduk diam. Fokus pada diri sendiri, memikirkan apa yang sebenarnya ingin saya pikirkan, lakukan dan ingin saya cintai dengan sungguh-sungguh.

Kembali melihat diri ini.. menyadarinya.. memahami betapa berharganya pula diri ini.

Iya, kadang-kadang saya gak sadar kalo saya sudah terlalu memaksakan diri. Hanya demi sesuatu yang sering dibanggakan di lingkungan motherhood, “menjadi ibu yang sempurna”.

Eehm…sebenarnya ini cukup mengganggu juga sih.. Cukup mengganggu dalam arti mempengaruhi penilaian kita terhadap diri sendiri. Dan sudah nature-nya kita ini umumnya suka menjadi pusat perhatian. Menjadi yang terbaik, menjadi yang paling bagus, paling cantik, paling pintar, dan paling paling lainnya.

Makanya, sebisa mungkin, dan sekuat mungkin mengusahakan diri ini memenuhi “label” yang diciptakan lingkungan sosial itu sendiri. Hasilnya kadang-kadang bikin capek diri sendiri. Bikin capek hati dan pikiran kita. Padahal mungkin orang lain tidak peduli apa yang kita rasakan dan bagaimana kita harus menangani hal itu.

Take Your Time

Oke… mari kita coba tinggalkan keriuhan tadi sejenak. Just take a breath.. release.. and take your time..

Rasakan cinta di dalam diri kita. Berikan senyuman dan kata-kata “selamat” pada diri kita sendiri. Good job, momi! Good job..

Setelah cinta terpenuhi di dalam diri, maka kita akan mulai bisa melihat rencana, impian dan cita-cita untuk kita sendiri dan orang-orang yang kita cintai. Inilah saatnya kita menuliskan 100 impian yang ingin kita lakukan, 100 impian untuk orang-orang yang juga kita cintai.

Merencanakan kembali hidup yang ingin kita jalani hari ini dan kemudian hari. Membuat agenda kecil untuk setiap impian yang ingin diraih.

Kesimpulan

Saya sudah menjadikan aktivitas ini sebagai rutinitas pagi sebelum melakukan semua aktivitas dan “tugas negara”. Dan rasanya beneran plong dan optimis. Saya merasa bisa pegang kendali hari itu. Nah, ini penting banget buat saya untuk merasa bahwa apa yang terjadi hari itu masih dalam kendali. Jadi saya enggak akan merasa kewalahan seharian. Itu penting buat momi ya kaan.. 🙂

Merasa positif di awal hari adalah pertanda baik yang memantik kita lebih produktif di hari itu. Hehe.. gitu sih kalo saya 🙂

Baiklah, terima kasih sudah bertahan membaca artikel ini sampai akhir ya. Boleh banget dishare atau disimpan buat dibaca-baca lagi. Semoga bermanfaat!

Be positif, be you..

1 Komentar

Leave a Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s