New Normal, New You

by Ike Dian Puspita

Setelah bulan Mei ini berakhir, kita akan mulai dengan “New Normal” life. Menerapkan hidup dengan perilaku baru agar kita tidak perlu lagi merasa takut dan terintimidasi dengan situasi pandemi yang berita-beritanya sering membuat cemas dan berkeringat.

Melawan adalah hal yang alami ketika makhluk hidup dihadapkan pada situasi yang membahayakan dirinya. Begitu pun otak manusia akan switch ke otak reptil secara ketika kita berada di situasi yang sama. Yakni menghindar atau melawan. Lalu setelahnya apakah kita akan terus melawan?

Mungkin saja iya, sampai sumber kekacauan itu menghilang. Namun,beberapa hal tidak bisa hilang begitu saja. Bisa jadi sumber penyakit malah selalu bermutasi sesuai dengan kondisi yang ada agar mereka (virus Covid 19) ini tetap survive. Bisa juga gitu kan? Setiap entitas di muka bumi ini dibekali kemampuan untuk mempertahankan diri.

Seorang guru saya menulis, ada penyakit yang tak bisa disembuhkan. Ada juga penyakit yang datang tanpa kita tahu pasti sebabnya. Ada juga penyakit yang bersarang walau bukan karena salah (gaya hidup) kita, dan Covid-19 termasuk geng yang ini.

Memilih opsi untuk melawan adalah pilihan yang tegas namun sekaligus membutuhkan energi yang banyak dan pengorbanan yang tidak sedikit pula.

Ada saatnya kita perlu mengambil langkah lain yang bisa memberikan win win solution. Karena persoalan sehat bukan hanya sehat fisik tapi juga perlu sehat secara mental. Untuk sehat secara mental, maka pikiran dan hati perlu dijauhkan dari hal-hal negatif. Maka kita perlu mengubah…

Moda Red Code to Yellow Code

Yellow code berarti melonggarkan batasan-batasan tertentu dengan tetap memperhatikan poin penting dan krusial untuk keselamatan.

Yellow code ini yang akan jadi kehidupan normal kita yang baru. Kita akan mulai berani beraktivitas di luar rumah meski tahu Covid-19 masih merajalela di luar sana. Dengan syarat kita juga menerapkan perilaku baru dengan benar. Bermasker dengan benar, mencuci tangan dengan benar, menjaga jarak dengan penuh kesadaran ketika berada di tempat umum.

Yellow code berarti menancapkan bendera putih sementara. Mengambil ruang untuk berjarak dengan ketegangan dan mengusahakan perdamaian.

Berdamai dan Menciptakan Keseimbangan Baru

Flu, demam berdarah, malaria, lupus adalah penyakit-penyakit yang sampai sekarang pun belum sepenuhnya hilang. Dan mungkin masih banyak penyakit lain yang juga tidak sepenuhnya bisa hilang. Demikian pun obat untuk Covid-19 masih membutuhkan perjalanan panjang agar bisa ditemukan dan digunakan oleh manusia.

Namun selama kita menunggu itu terwujud, apakah kita tidak bisa memiliki kehidupan yang normal lagi?

Pikirkan kembali…

Hidup kita masih bisa normal kembali kok. Hidup normal yang baru.

Harapan selalu ada di setiap kesesakan. Pelangi dan matahari masih akan muncul setelah badai besar melanda. Dengan keyakinan ini kita bisa mulai membangun semangat baru untuk hidup berdamai dengan Covid-19.

Berdamai bukan berarti kalah. Berdamai bukan berarti lemah. Berdamai berarti menciptakan keseimbangan yang baru. Bukankah mereka yang mampu berdamai akan merasakan kedamaian itu sendiri? Tidak cemas, khawatir apalagi waswas.

Di hati yang damai dan tenang akan terlihat titik harapan. Dalam situasi yang tenang, pikiran kita akan tertata, imunitas meningkat, solusi akan muncul, dan kita akan tahu kemana seharusnya kita mesti melangkah. Sampai akhirnya kita bisa menemukan kalau…

The New Normal is The New You

Berbicara mengenai yang ini, tentu lebih berkaitan dengan revolusi diri pribadi. Kemaren-kemaren, mau tidak mau, suka atau tidak suka kita “dipaksa”-terpaksa untuk melakukan WFH (work from home) atau SFH (study from home)

Sekarang..kita sudah mulai terbiasa dan terlatih untuk tetap bergerak dalam keterbatasan.

Kita menemukan bahwa hasrat dan karsa manusia tidak akan mati begitu saja ketika sumber daya di sekitar mereka dicabut. Semangat untuk bangkit dan berjuang menjadi semangat untuk bangkit dan berjuang bersama.

Jadi, saya pun akan mulai membuka lembar new normal life versi saya di awal Juni mendatang.

Anak-anak juga akan mulai menjalani new normal mereka sebagai homeschooler. Suami pun sudah mulai lebih banyak menggarap proyek-proyek kreatifnya. Sementara saya, terus memperbanyak aktivitas menulis, melakukan proyek natural living, dan merakit proyek home education bersama anak-anak.

Dan 80% kegiatan itu akan kami lakukan dari rumah. 20% nya beberapa pekerjaan masih harus kami lakukan di luar rumah. Seperti saya yang masih terlibat aktif sebagai panitia persiapan pemilu daerah, perlu menyiapkan strategi-strategi tersendiri agar kegiatan New normal keluarga maupun personal berjalan baik.

Strategi jelasnya seperti apa saya belum tahu hehe.. Setidaknya, sudah ada gambaran rencana besarnya. Prakteknya tentu akan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Terdengar seru, bukan?

Saya berharap kalian juga sudah menemukan New Normal versi Anda sendiri.

Selamat atas New Normal Anda!

3 thoughts on “New Normal, New You

  1. ainunisnaeni

    sekarang udah harus membiasakan dengan kehidupan new normal ini
    bebas bergerak tapi bukan bebas yang sebenernya. tetep harus ikuti aturan yang sudah ditetapkan. saya sendiri sesekali masih beraktivitas di luar rumah, karena wfh dibuat secara bergiliran

    Suka

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s